Di daerah habitat aslinya (Sidrap), terutama di Kecamatan Baranti dan sekitarnya, Ayam Ketawa (Manu’ Gaga’) telah dipelihara oleh masyarakat secara turun temurun dari generasi ke generasi dan telah diternakan secara besar-besaran, baik dengan cara tradisional ataupun yang modern. Salah seorang peternak yang mengembangbiakan Ayam Ketawa secara modern adalah H. Pili dan mertuanya, H. Maingke.
.:: H. Pili (centang kuning) ::. ↑
Pengembangbiakan Ayam Ketawa dibangun di atas sebidang tanah yang cukup luas sehingga mampu menampung serta menghasilkan ratusan Ayam Ketawa berkualitas. Hal ini dapat di capai dengan memperhatikan hal hal sebagai berikut :
Popularity: 100% [?]





